11 Langkah Sebelum Masuk Playgroup

Pendidikan formal pada dasarnya dimulai sejak taman kanak-kanak (TK), dengan usia saat masuk 3,5 tahun sampai 4 tahun. Jadi, sebenarnya sekolah batita untuk anak usia kurang dari 3,5 tahun bukan sesuatu yang wajib. Karena itu, bagi orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah batita ini jangan memupuk harapan berlebih.

Salah satunya adalah jangan berharap anak-anak menjadi anak manis yang patuh dengan segala norma yang diterapkan orang tua. Karena, pendidikan prasekolah tidak mengajarkan norma seperti tidak berisik saat di dalam kelas atau aturan lain yang ketat sanksinya.
Wahyuni Ratna Lingga, Koordinator Training & Quality High Scope Indonesia, menilai anak kurang dari usia tiga tahun harus dibiarkan bebas berkreasi tanpa batasan aturan. “Anak tidak boleh dipasangi target tertentu”. Tapi, yang penting bagaimana pengalaman-pengalaman yang diperoleh si anak pada usia tertentu,” kata Rina.
Karena itu, bagi orangtua yang ingin memasukkan anaknya ke prasekolah, ada baiknya mengikuti beberapa saran ini:
1 Perhatikan program atau materi yang diajarkan di sekolah tersebut. Apakah sesuai dengan tuntutan perkembangan anak atau tidak. Apalagi bila usia anak masih di bawah tiga tahun. Jangan sampai materi sekolah malah membuat anak stres dan menjadi malas ke sekolah.
Karena itu, orangtua harus melihat secara langsung dengan melakukan observasi dulu ke sekolah tertentu. Dari situ bisa ketahuan apakah programnya memang cocok atau tidak.
2. Perhatikan pula sumber daya manusia yang dimiliki sekolah itu. Sebaiknya, guru sekolah batita bisa mengerti pertumbuhan anak. Selain itu guru harus interaktif, ramah, mampu memberikan rangsangan kepada anak, dan dapat memberikan pendidikan emosi dan sosialisasi dengan baik.
3. Pilihlah sekolah yang tidak terlalu menerapkan banyak aturan. Pasalnya, di rumah anak sudah berhadapan pada banyak aturan, seperti makan, mandi, dan tidur harus tepat waktu.
4. Pilihlah sekolah yang materi pelajarannya tidak terlalu padat karena dapat membuat anak mudah lelah. Kelelahan mental pada anak akan membuat anak stres sehingga sulit diajak bekerja sama, serta dapat menurunkan kesehatan.
5. Agar anak tidak letih, pertimbangkan jarak rumah ke sekolah. Sebaiknya pilih sekolah yang tidak jauh dari rumah supaya si kecil tidak kelelahan dalam perjalanan.
6. Sebaiknya pilih sekolah batita yang kurikulum bermainnnya lebih banyak. Karena, sebenarnya belajar bisa dilakukan sambil bermain.
7. Pertimbangkan juga jumlah jam sekolah dan frekuensinya. Karena anak masih kecil, sebaiknya jam sekobah tidak terlalu lama. Begitu juga dengan frekuensi sekolah, tidak perlu setiap hari tapi cukup 2-3 kali seminggu.
8. Perhatikan rasio murid dan guru dalam satu kelas. Jika jumlah murid terlalu banyak, seorang guru akan kewalahan dan perhatian kepada anak tidak akan fokus dan menyeluruh. Idealnya, jumbah guru minimal dua orang untuk murid sampai 20 orang dalam satu kelas supaya setiap anak dapat diperhatikan dengan baik.
9. Ruangan kelas juga harus layak. Dalam arti, ruang kelas tidak sempit, pencahayaan baik di mana sinar matahari dapat masuk, ventilasi terawat, dan meja belajar terlindungi dari bahan atau bentuk yang bisa membuat anak balita cedera.
10. Pertimbangkan fasilitas yang diberikan sekolah. Biasanya, sekolah batita dilengkapi taman bermain yang nyaman, ruang belajar yang kondusif, serta berbagai fasilitas lain.
11. Yang tidak kalah penting, hitung dulu biaya yang harus dikeluarkan. Jangan memaksakan diri untuk menyekolahkan anak di sekolah yang bonafide padahal duit pas-pasan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: