Hilangnya Sang Pengawal

Sebagai kawasan yang luas dan subur, Rimba Dandaka dihuni oleh ratusan jenis binatang besar dan kecil. Meski begitu, semuanya hidup berdampingan dengan rukun. Jika salah satu dirundung duka, maka yang lain akan datang dan menghiburnya. Ini tak lepas dari sikap Baginda Singa yang mencintai rakyatnya. Bersama pengawalnya yang bernama Gembong, Baginda Singa selalu berusaha melindungi penghuni rimba sehingga mereka merasa betah tinggal di Rimba Dandaka.

Siang itu Baginda Singa melihat-lihat keadaan rimba. Tapi dia menjadi gelisah karena Gembong yang berjanji akan mengawalnya belum juga datang. Sementara itu di tempat, Merpati baru saja terbang memutari rimba. Dia bertengger di dahan pohon sambil menggerak-gerakkan sayapnya. Tiba-tiba dia mendengar suara yang mengaduh kesakitan. Ketika didekati, Merpati kaget. Ia melihat Gembong tergolek di kubangan air. Tidak jauh dari situ, tampak seekor beruang besar dan galak.

“He..he…he… sekarang kau kuringkus Gembong !” bentak Beruang. “Oh mengapa kau meracuniku ?” tanya Gembong lemah. “Tidak usah banyak cakap, nanti kau juga akan tahu !” bentak Beruang. Merpati merasa iba melihat Gembong. Beruang lalu menggendong gembong melewati jalan setapak. Merpati terus membuntutinya hingga sampai di lereng bukit. “He…he…he… kau telah kutawan Gembong ! Kini nasibmu ada di tangan Baginda Singa. Jika Baginda mau menyerahkan kekuasaannya kepadaku dan bersumpah kepada seluruh penghuni rimba, maka kau akan selamat. Tapi jika tidak, maka kau akan mati !” kata beruang sambil tertawa.

Mendengar hal itu Merpati lalu terbang untuk melapor ke Baginda Singa. Baginda terkejut melihat kedatangan Merpati yang tiba-tiba. “Merpati, apa yang akan kau sampaikan ?” tanya Baginda Singa. Merpati lalu menceritakan kejadian yang dilihatnya bahwa Gembong telah ditawan oleh Beruang. Mendengar itu Baginda Singa menggeram. Baginda tidak mau bertindak gegabah dan ia segera meminta pertimbangan seluruh penghuni rimba.

Kabar itu segera menyebar ke seluruh rimba. “Apa jadinya, jika rimba ini dipimpin Beruang ?” keluh Monyet pada teman-temannya. “Tentu kita akan diperbudak ! Karena itu, ayo kita gagalkan rencana Beruang !” sahut Ular dengan geram. “Ya, kita keroyok saja Beruang itu beramai-ramai !” usul Gajah. “Tunggu ! Setahuku Beruang itu meletakkan batu besar di bibir sumur tua. Jika kita gegabah, bisa jadi Beruang akan mendorong batu itu ke dalam sumur.” kata Keledai mencegahnya.

Pada saat teman-temannya berunding, Babun yang cerdik berkata “Benar teman-teman ! Lebih baik kita cari akal untuk membebaskan Gembong.” ” Tapi bagaimana caranya ?” tanya Monyet penasaran. “Begini, aku akan membawa madu. Dengan madu ini akan mengecoh beruang untuk meninggalkan sumur. Jika Beruang sudah pergi, kalian bisa menyelamatkan Gembong,” kata Babun. Mereka lalu membagi tugas karena siasat ini akan dilakukan besok.

“Tuanku, calon penguasa rimba, terimalah ini !” ujar Babun pada Beruang. Semula Beruang ragu, jangan-jangan Babun ingin meracuninya. Tapi setelah Babun mencicipinya, maka percayalah Beruang bahwa madu itu tidak beracun. ” He..he… pintar sekali kau menyenangkan calon rajamu. Sekarang bawakan lagi yang lebih banyak !” kata Beruang dengan rakusnya. Babun pura-pura terkilir, dia hanya menunjukkan di mana tempat madu tersebut berada agar Beruang mengambilnya sendiri. Maka Babun mengajak Beruang ke tengah rimba untuk mencari madu.

Sepeninggal keduanya, penghuni rimba keluar dari semak belukar dan menghampiri sumur tua. “Ayo, Ular ! Meluncurlah ke dalam sumur !” kata Monyet. Ular segera beraksi, sedang Gajah membongkar batu besar di tepi sumur, sementara Keledai siap untuk menarik tubuh Gembong. Akhirnya Gembong berhasil diangkat dari dalam sumur. Kemudian Gajah menggendong Gembong menuju tempat Baginda Singa. Baginda Singa lalu memberikan penawar racun kepada Gembong. Tak lama kemudian Gembong mulai segar kembali. Bersoraklah seluruh penghuni rimba atas kesembuhan Gembong. Baginda pun lalu menyuruh Gembong untuk menghabisi Beruang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: