Pity yang Cerdik

Di sebuah hutan ada sebuah keluarga tikus. Mak Kusti mempunyai dua orang anak namanya Pity dan Kusti. Pagi itu seperti biasa Kusti duduk malas-malasan. Padahal emaknya bekerja keras mengumpulkan ranting dan dahan. “Kusti, ayo bantu Emak !” pinta emaknya. “Ogan ah, Mak ….,” jawab Kusti seenaknya. ” Ooooahhemmm…, Kusti capek Mak,” sambungnya. “Capek ? Memangnya kamu kerja apa ?” tanya emaknya. “Ya tidak kerja apa-apa Mak …,” jawab Kusti. “Ah kamu memang pemalas !” sahut Mak Kusti.

“Habis udaranya dingin sih ! Terasa menusuk sampai ke tulang sumsum hiiih.” “Uh dasar si Kusti. Tidak bisa dinasihati,” Emak Kusti berlalu sambil mulutnya berujar, “Punya anak satu saja susah di atur. Apalagi lebih dari satu, bagaimana cara mengaturnya.” Tentu saja Emak Kusti harus bersabar. Saat itu rombongan Pity melintas di depan rumah. Pity menyapa Kusti dengan ramah. “Hai Kusti ! Ayo bergabung bersama kami !” “Ogah ah, dingin …. hiiii…,” jawab Kusti.

“Uh dasar ! Itu-itu saja jawabnya kalau diajak lari pagi. Kasihan ya Emak Kusti. Emak Kusti selalu bekerja sendirian. Kusti memang tidak punya rasa belas kasihan,” kata Pity. “Padahal dengan berolahraga, badan kita menjadi sehat. Ya..sehat dan kuat,” sambung teman Pity. ” Ya, selain sehat dan kuat juga bersemangat, berkeringat serta hangat,” ucap teman Pity yang lain.

Setalah berlari-lari Pity dan teman-temanya beristirahat di atas batu. Dilihatnya seekor lebah sedang menghisap madu. Timbul akal Pity untuk menyadarkan si pemalas karena sifat malas harus diberantas. Pity beranjak mendekati lebah. Sebelah tangannya diangkat, Pity membisikkan sesuatu. Si Lebah manggut-manggut tanda setuju. “Ayo kita pulang dan segera mandi,” kata Pitykepada teman-temanya. “Eh Pity, apa yang kamu bisikkan tadi?” tanya teman Pity. “Lihat saja besok pagi, apa yang akan terjadi,” jawab Pity.

Esoknya Kusti terlihat seperti biasanya, tidur-tiduran dan bermalas-malasan. Emak Kusti juga tidak tampak mengusiknya. Makin senanglah Kusti ia bisa bebas bermalas-malasan. Tiba-tiba ratusan lebah datang menyerang. Tentu saja Kusti lari tunggang langgang. Pity dan kawan-kawannya melihat dari kejauhan. Ia sebenarnya kasihan juga melihat Kusti. Kusti tampak lemas, tubuhnya penuh keringat.

Pity dan kawan-kawannya lari mendekat. “Ada apa ?” tanya Pity menyeringai. “Heh…heh…. aku diserang rombongan lebah,” jawab Kusti. “Eh.. tapi lihat, badanku menjadi panas dan tidak kedinginan lagi. Ternyata olahraga mebuat kita tidak malas,” kata Kusti. “Makanya mulai besok bergabunglah bersama kami,” Pity menimpali. Kembali Pity berbisik kepada lebah. “Terima kasih ya, rombonganmu telah ikut menyadarkan Kusti.” Si Lebah tersenyum sambil menjawab,”Yah… yang penting kini Kusti tidak malas lagi.”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: