Koko Berekor Panjang

Hari gembira, liburan telah tiba. Koko berkumpul dengan teman-temannya. Menyanyi, bergurau dan bermain bersama. Berenang kian kemari dalam telaga. Diam-diam Koko menyelinap pergi. Menjauh dan mencari tempat yang sunyi. Tiba-tiba ia terkejut dan berhenti. “Ada lubang aneh, rumah siapa ini ?”, tanya Koko dalam hati. Pelan-pelan ia mengetuk pintu. “Siapa di luar ?” terdengar suara merdu dari dalam. “Saya Koko, bolehkan saya bertamu ?” tanya Koko. “Silakan masuk ! Tiki namaku.”

Tiki adalah seekor tikus. Ia segera keluar bersama keluarga. Menyambut tamu yang tidak diduga, Cici dan Diki berbisik perlahan “Ia tak berekor,” kata Cici heran. “Lihat aku dapat bergantung,” Diki berkata. “ekorku panjang sungguh indah,” Cici menyela. Berpikir Koko akan kekurangannya. Mengapa ia tidak berekor seperti mereka. Timbul di hati Koko rasa iri. Segera ia pergi dan mencari tukang sihir yang ahli supaya punya ekor seperti Tiki.

“Kamu tak perlu berekor,” kata Bibi Dodo si burung hantu. Tapi Koko tetap ingin memilikinya. Bibi Dodo berjanji akan menolongnya dengan ilmu sihir yang dipunyainya. Koko bersiap dan berdiri tegak menunggu Bibi Dodo berdoa sejenak. “Aku telah berekor,” Koko bersorak-sorak. Lihatlah ekornya bergerak-gerak. Dengan bangga Koko memandang ekornya. “Terima kasih Bibi,” teriaknya gembira. “Kalau bosan ingat pesanku segera.” Katakan “Bibi Dodo ambillah ekor saya !”

Bergegas Koko mencari teman-temannya. Ia segera memamerkan ekornya tapi mereka telah pergi semua. Tinggalah Koko sendiri di telaga. Tiba-tiba berdiri bangau di hadapannya. Terkejutlah Koko sadar akan bahayanya. Bangau siap untuk menangkapnya. Segera ia meloncat untuk menghindarinya. Tapi apa hendak di kata. Paruh bangau telah menangkap ekornya. Bangau pun terbang dan Koko dibawanya. Berteriaklah ia namun sia-sia.

Mulailah ia menyesali ekornya yang membawa petaka. Seandainya ia tidak serakah … Tetapi semua sudah terlambat. Sedih hati Koko memikirkan nasibnya. Untung pesan Bibi Dodo teringat seketika. “Bibi Dodo ambillah ekor saya !” katanya. Ekor pun putus, Koko jatuh ke telaga. Selamatlah Koko dari bahaya. Cepat-cepat ia menyembunyikan diri. Kini Koko sadar akan kesalahannya. Semua ini akibat keserakahannya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: