Dua Tikus Jagoan

“Bernard !” seru Bianca. “Ekormu ! Ekormu mengkerut !” Ya memang, ekor Bernard mengkerut karena dia takut. Bianca memintanya untuk membantu membebaskan Penny-seorang gadis cilik. Mereka baru saja tiba di Rawa Setan. Di sana Penny ditawan oleh seorang wanita kejam bernama Madam Medusa. “Semoga kalian berhasil !” kata Elli dan Luki, dua binatang rawa yang ramah. “Terima kasih. Doakan kami ya !” kata Bernard.

Jantung Bernard berdegup kencang. Sementara itu, Evin, capung yang baik hati, mendorong sampan daun itu menyeberangi rawa yang berbahaya. Mereka menuju kapal tua milik Madam Medusa. Bernard melihat Madam Medusa sedang marah-marah. Wanita itu berteriak-teriak sambil mengayun-ayunkan tongkat. Bernard gemetar ketakutan. Dia juga melihat Snoops, pembantu Madam Medusa. Laki-laki itu sama jahatnya dengan Madam Medusa. Dia bahkan lebih licik dan lebih kejam. Bernard makin gemetar.

Melihat dua binatang kesayangan Madam Medusa, Bernard menggigil ketakutan. Binatang kesayangan Madam Medusa adalah dua ekor buaya, Brutus dan Nero namanya. Ekor mereka tebal dan kuat, cakarnya tajam, giginya besar-besar, dan mengerikan. “Bernard !” bisik Bianca dengan berani, “Kita harus membebaskan Penny dari tawanan makhluk-makhluk yang mengerikan ini !” Bernard menelan ludah dan mengangguk. Keduanya lalu naik kapal mencari Penny.

Mereka menemukan Penny sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil memeluk Teddy, boneka kesayangannya. Melihat Penny begitu sedih, Bernard dan Bianca marah. Mereka berkata kepada Penny bahwa mereka datang untuk membebaskannya. Diam-diam Bernard memanggil Evin. “Pergi dan panggil Elli serta Luki,” bisiknya. “Katakan pada mereka, kami membutuhkan bantuan.” Evin mengangguk dan langsung melesat terbang menuju pondok Elli dan Luki.

Baru saja Evin pergi, Madam Medusa masuk ke kamar itu. Cepat-cepat Bernard dan Bianca bersembunyi di dalam kantong Penny. Ketika itu barulah mereka tahu, mengapa Madam Medusa menangkap dan menahan Penny. Wanita itu akan memasukkan Penny ke dalam sebuah gua. Penny disuruh mencari harta yang dulu disembunyikan penyamun di situ. “Ambilkan intan bernama Mata Setan,” kata Madam Medusa. “Dan jangan coba-coba melarikan diri, ya ! Aku akan menahan bonekamu sampai kau berhasil mengambilkan intan itu untukku !”. Bertiga mereka menyusuri lubang gua. Bernard memasang mata tajam-tajam, mengais-ngais tanah, dan akhirnya menemukan intan Mata Setan. Dengan bangga diberikannya intan itu pada Penny. Cepat-cepat Penny beteriak memanggil Madam Medusa dan Snoops. “Dapat ! Dapat ! Intannya sudah kutemukan !” seru Penny.

Madam Medusa senang sekali mendapat intan itu. Begitu pula Snoops. Tapi keduanya amat serakah. Sambil berjalan ke arah kapal, mereka bertengkar memperebutkan intan Mata Setan. Brutus dan Nero menggiring Penny menjauhi lubang gua. Bernard sedih sekali. “Apa yang bisa kita lakukan ?” kata Bernard. “Kita hanya dua tikus kecil yang lemah.” “Banyak yang bisa kita lakukan,” kata Bianca.Tiba-tiba terdengar suara ribut dari balik rawa. Luki dan Elli datang membantu. Juga Pak Burung Hantu dan si Kelinci, begitu juga Kakek Kura-kura dan Tikus Mondok menyusul. “Kami datang menolong,” kata Elli yang baik hati. “Kita semua memang binatang kecil yang lemah. Tapi kalau kita bersatu …. kita pasti sanggup mengelahkan mereka.”

Mereka semua bergegas ke kapal. Mula-mula Bernard dan Bianca memancing Brutus dan Nero agar mengejar mereka dan membuat keduanya terperangkap dalam lift kapal. Kelinci membantu menutup dan mengunci lift itu. Kemudian Pak Burung Hantu, Tikus Mondok, dan Kakek Kura-kura menyalakan kembang api. Cahaya kembang api berkilauan, bunyinya meledak bagai petir menyambar-nyambar. Snoops kaget dan langsung terjun ke rawa, sementara Madam Medusa menjerit ketakutan dan memanjat salah satu cerobong asap. Kapalnya berlubang, terbakar, dan mulai tenggelam.

Penny melompat naik mobil rawa milik Madam Medusa diikuti Bianca, Bernard, Tikus Mondok, Kelinci dan Pak Burung Hantu serta Kakek Kura-kura. Mereka bergegas meninggalkan Rawa Setan. Penny senang sekali, akhirnya dia bebas. Dia bahkan memiliki intan itu, sebab ternyata Madam Medusa menyimpan dalam tubuh Teddy boneka kesayangan Penny.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: