Mitos Perawatan Bayi

1.    Dipakaikan gurita agar tidak kembung

Mitos ini tak benar karena organ dalam tubuh malah akan kekurangan ruangan. Dinding perut bayi akan masih lemah.

Selain itu volume organ-organ tubuhnya pun tak sesuai dengan rongga dada dan rongga perutnya. Jika bayi menggunakan gurita, maka ruangan untuk pertumbuhan organ-organ ini akan terhambat.

2.    Di bedong agar kaki tidak pengkor

Bedong bisa menghambat perkembangan motorik bayi, karena tangan dan kakinya tak mendapatkan banyak kesempatan untuk bergerak.

Sebaiknya bedong dilakukan hanya setelah bayi dimandikan atau kala cuaca dingin untuk menjaganya dari udara dingin. Dipakainya pun longgar. Yang pasti, pemakaian bedong sama sekali tak ada kaitannya dengan pembentukan kaki.

3.    Bayi usia dibawah 40 hari tidak boleh dibawa keluar rumah

Banyak ibu yang khawir, bila bayi dibawah usia 40 hari dibawa keluar rumah dikhawirkan bisa membuatnya masuk angin, keseleo, dan ‘kesambet’. Sebenarnya bila ditinjau dari ilmu pengetahuan kadokteran, hal tersebut tidak benar karena seorang bayi dibawah usia 40hari boleh saja dibawa keluar.

Bahkan, membawa bayi keluar rumah semakin diperlakukan bila bayi tersebut sakit sesak nafas. Hingga bayi tersebut bisa mendapatkan pergantian udara bersih dengan lebih baik. Agar tidak masuk angin, bayi harus dikenakan pakaian yang membuatnya hangat dan terlindungi dari angin.

Mungkin yang tepat adalah jangan membawa bayi ketempat yang penuh orang, misalnya ke mall. Banyak orang berarti banyak kuman penyakit. Kalau kepadatan pada suatu ruangan tinggi, maka penyakitpun tinggi.

Sementara kekebalan bayi masih sangat rentan saat usianya dibawah 40 hari. Jadi, dibawah setahun, sebaiknya jangan membawa bayi ke mall, kecuali memang sangat penting dan hanya sebentar.

4.    Bayi sesak napas karena perubahan cuaca

Bila terjadi perubahan cuaca dari dingin ke panas atau sebaliknya, maka hal tersebut akan berpengaruh pada pernapasan bayi. Kenyataannya sesak napas yang terjadi pada bayi pada umumnya disebabkan adanya penyakit pada tubuh bayi tersebut.

5.    Tidak boleh memotong kuku bayi sebelum 40 hari.

Hal ini tidak terlalu tepat. Karena bila tidak dipotong, kuku bayi yang panjang itu bisa beresiko melukai wajahnya. Bahkan, bisa melukai kornea mata. Larangan itu mungkin timbul berdasarkan kekhawatiran ibu akan melukai kulit jari tangan atau kaki si bayi saat mengguntingi kuku-kukunya. Tapi sebaiknya gunting dengan gunting kuku khusus untuk bayi.

6.    Hidung ditarik-tarik agar mancung

Tidak ada hubungannya menarik pangkal hidung dengan mancung tidaknya hidung. Karena mancung tidaknya hidung seseorang ditentukan oleh bagaimana bentuk tulang hidungnya, dan juga rasnya.

Hidung rata-rata orang Asia ( Mongoloid )memang cenderung pendek dan bulat. Sedangkan orang Eropa ( Kaukasus ) berhidung mancung, sebab struktur tulang hidungnya tinggi. Jadi , meski setiap menit di tarik-tarik, hidung yang pesek tidak akan berubah menjadi mancung.

7.    Lentikkan bulu mata dengan memotongnya

Seorang ibu biasanya berharap agar bulu mata anaknya, terutama anak perempuan, lentik .
Padahal memotong bulu mata justru malah mengurangi fungsi protektifnya untuk melindungi mata terhadap benda asing yang mengarah ke matanya. Mengenai bulu mata yang bisa jadi panjang dan lentik sebenanya lebih ditentukan oleh unsure bawaan.

8.    Sering menarik dan telinga agar tegar

Pada waktu lahir, ada bayi-bayi yang telinganya tampak pipih. Muncul mitos bahwa dengan mengurut-urut sambil menarik-narik daun telinga, maka telinga bisa tegak. Padahal daun telinga strukturnya disokong oleh tulang rawan, dan kalau bentuknya memang demikian, tak mungkin dapat diubah. Lain halnya untuk bentuk yang terlipat diujung atas, yang bukan merupakan kecacatan. Jika rajin ditarik kea rah luar selama beberapa hari setelah bayi lahir, bisa saja bagian yang terlipat itu membuka sedikit. Walaupun begitu hal ini tak akan mengubah struktur telinga dan bentuk asal secara keseluruhan.

9.    Melentikkan jemari dengan mengurutnya

Hal ini sering dilakukan oleh ibu-ibu yang memiliki bayi perempuan. Tangan bayi yang bulat-bulat seringkali diurut-urut agar nanti ketika besar jemarinya akan jadi lentik. Padahal mengurut jemari sebenarnya tidak memberikan dampak apa pun pada si kecil, karena struktur jari sudah terbentuk sejak janindan tak berkaitan dengan bentuk tubuh.

Bukan hal yang mustahil nantinya ia akan tumbuh dengan badan berisi tapi jarinya lentik, dan bukan hal yang tidak mungkin juga bila ia nantinya menjadi gadis yang langsing tapi ujung jemarinya kotak atau bulat.

10.    Cabe rawit ciptakan lesung pipi ibu-ibu yang memiliki bayi seringkali mengharapkan bayinya memiliki lesung pipi.

Karena lesung pipi akan membuat penampilan semakin manis saat tersenyum. Bila bayinya tidak memiliki lesung pipi, biasanya ibu ‘ menciptakan ‘ lesung pipi dengan cara menekan bagian tengah pipi si kecil dengan ujung cabe rawit yang masih utuh. Padahal terjadinya lesung pipi ditentukan oleh struktur otot dan rahang di daerah pipi.

11.    Rambut bayi harus dicukur sampai habis supaya tebal

Padahal, tebal atau tipisnya rambut tergantung dari factor genetic. Bila rambut dicukur habis, memang akan tumbuh yang baru, biasanya rambut yang baru ini agak kasar bila dibandingkan aslinya.

12.    Pakaian bayi atasi cegukan

Cegukan pada bayidapat dihilangkan dengan kertas atau helaian benang yang berasal dari pakaian sang bayi. Hal ini tentu tidak benar. Karena bayi cegukan karena tekanan di perutnya lebih tinggi karena ada saraf yang terrangsang. Jika cegukan terjadi setelah bayi menyusu, cukup berikan airmata.

13.    Bayi ngiler karena ngidam si ibu tidak kesampaian

Bayi ngiler atau ngeces terus disebabkan koordinasi otot menelannya yang belum sempurna, sementara air liur terus diproduksi. Bila akan tumbuh gigi, biasanya bayi juga akan ngiler.

14.    Kopi mencegah bayi step

Hal itu tidak benar. Sebaiknya ibu jangan mencoba-coba memberi kopi pada bayinya. Karena kopi mengandung kafein yang justru berbahaya jika dikonsumsi bayi. Kafein dapat memacu denyut jantung lebih cepat, akibatnya bayi deg-degan terus.

15.    Pusar ditindih koin agar tidak bodong

Secara ilniah memang ada betulnya. Meski demikian, koin ini hanya sebagian alat untuk menekan karena jendela rongga perut ke pusar belum menutupsempurna sehingga menonjol ( bodong ).

Kalau bodongnya besar, ya harus di operasi, tapi kalau bodongnya kecil, bisa saja ditindih pake koin asal pusar bayi diberi kasa steril yang diganti setiap hari dan di ikat ke belakang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: